SIAPKAN GENERASI MUDA TANGGUH MENANGKAL HOAKS, BENERAN INDONESIA ADAKAN KELAS KHUSUS SEKOLAH KEBANGSAAN BERSAMA TULAR NALAR

Sesi pembukaan, dari kiri ke kanan Co-Founder Beneran Indonesia, Avia Destimianti, Kepala PSBR Taruna Jaya 1, H. Haikal Shodri, dan Koordinator Divisi Partnership Tular Nalar, Erie Heriyah  (dok. Beneran Indonesia)

Jakarta, 17 Mei 2024 – Menghadapi tantangan di era dunia digital menjelang maupun pasca pencoblosan, diantaranya maraknya hoaks yang beredar di masyarakat, Beneran Indonesia berkolaborasi dengan Tular Nalar menggelar Kelas Khusus Sekolah Kebangsaan yang mengusung tema “Memangnya Suara Remaja Didengar?”. Acara yang berlangsung pada hari Jumat, 17 Mei 2024 ini diprakarsai oleh Mafindo dan turut didukung oleh Google.org. 

Diikuti sebanyak 52 orang adik asuh Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Taruna Jaya 1, melalui kegiatan ini, peserta yang juga merupakan pemilih pemula memperoleh pelatihan literasi digital dan demokrasi sehingga mereka cakap mengindera hoaks di kala pemilu dan pilkada, bijak menanggapi berbagai informasi yang diterima, serta mampu mencari sumber informasi akurat yang terpercaya. Harapannya, semakin tangguh para generasi muda dalam menghadapi hoaks, mereka dapat semakin aktif mengawal dan memelihara demokrasi di negeri ini.

Berlokasi di Rusunawa Rawa Bebek Jakarta Timur, pelatihan ini dibuka dengan sambutan dari Co-Founder Beneran Indonesia, Avia Destimianti, Kepala PSBR Taruna Jaya 1, H. Haikal Shodri, dan Koordinator Divisi Partnership Tular Nalar, Erie Heriyah.

Dengan antusias, para peserta mengikuti jalannya sesi pelatihan per kelompok yang didampingi oleh fasilitator. Selain karena sifatnya yang interaktif, suasana menjadi lebih riuh dan menyenangkan karena diselingi dengan games. 

Aktivitas Kelompok Peserta Kelas Khusus Sekolah Kebangsaan (dok. Beneran Indonesia)

Untuk ikut berkontribusi menjaga ranah digital tetap menjadi ruang kondusif dan demokratis, para peserta dibekali pengetahuan mengenai pilar literasi digital, diantaranya cakap digital, aman digital, budaya digital, serta tak ketinggalan etika digital. Sebagai tambahannya, Erie menyampaikan kiat dalam mengindera hoaks, “jika ada satu berita yang belum pasti kebenarannya, maka patut diduga adalah hoaks. Maka stop di kita, cari tahu apakah itu hoaks atau bukan.” 

Sejak pemilihan umum tahun 2019 lalu, Beneran Indonesia senantiasa aktif memberikan edukasi seputar kepemiluan dan demokrasi bagi pemilih muda dan pemilih pemula. Melalui ruang perjumpaan yang difasilitasi Beneran Indonesia, para anak muda juga dapat memiliki pengalaman langsung berinteraksi dan berteman dengan mereka dari latar belakang yang berbeda sehingga mereka terlatih untuk menghargai perbedaan dan merawat persatuan. “Kita semua ada disini untuk satu tujuan, untuk diri sendiri dan bangsa ini”, ujar Avia. 

Tentang Yayasan Bela Negara Nasional Indonesia (Beneran Indonesia)

Beneran Indonesia merupakan yayasan yang bergerak di bidang pendidikan karakter dan kewarganegaraan melalui metode experiential learning. Yayasan ini hadir sebagai bentuk kepedulian atas kondisi masyarakat yang semakin terkotak-kotak, mudah dipengaruhi paham radikalisme, dan kurang memahami bagaimana caranya menjadi bagian dari solusi untuk bangsanya.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Beneran Indonesia, silakan kunjungi kami di https://beneranindonesia.id/

atau ikuti informasi terkini kegiatan kami di https://www.instagram.com/beneran.indonesia/.

Kontak narahubung: Nisa (0813-8543-2211)

Tentang Tular Nalar

Tular Nalar, program pelatihan literasi digital yang diinisiasi oleh MAFINDO dan didukung oleh Google.org, dengan Love Frankie sebagai mitra pelaksana, telah muncul sebagai platform online pembelajaran utama yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengidentifikasi dan menyikapi hoaks melalui literasi digital dan pemikiran kritis. Dikembangkan bekerja sama dengan Institut Kebudayaan dan Kemanusiaan MAARIF pada tahap awal, Tular Nalar telah mengalami pertumbuhan yang pesat dalam tiga tahun ini, dengan preferensi khusus untuk melibatkan first-time voters pre-lansia, dan lansia.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Tular Nalar, silakan kunjungi kami di https://tularnalar.id/tentang-kami/  

atau terhubung dengan kami di platform media sosial melalui https://www.instagram.com/tularnalar/.

Tentang Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO)

Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) adalah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk memerangi misinformasi dan hoaks. Berdiri pada tahun 2016, MAFINDO memiliki lebih dari 95.000 anggota online dan 1.000 sukarelawan. MAFINDO memiliki 20 kantor yang tersebar di seluruh Indonesia dan mencakup berbagai bidang, termasuk namun tidak terbatas pada pencegahan hoax, hoax busting, edukasi publik, seminar, lokakarya, advokasi, pengembangan teknologi anti-hoax, penelitian, dan keterlibatan sosial di tingkat akar rumput.

Pelajari lebih lanjut tentang MAFINDO di https://www.mafindo.or.id/tentang-kami/ 

Tentang Google.org

Google.org, sisi filantropis dan persembahan terbaik dari Google untuk membantu memecahkan beberapa tantangan terbesar umat manusia yang menggabungkan pendanaan, donasi produk, dan keahlian teknis untuk mendukung komunitas yang kurang terlayani dan memberikan kesempatan bagi semua orang. Google.org melibatkan organisasi nirlaba, perusahaan sosial, dan entitas sipil yang menciptakan dampak signifikan pada komunitas yang mereka layani, dan yang kegiatannya berpotensi menghasilkan perubahan sosial yang terukur dan bermakna.

Jakarta, 22 Mei 2024

Partnership Coordinator Yayasan Beneran Indonesia

Nisa Amalina

BENERAN INDONESIA AJAK ADIK BINAAN PANTI SOSIAL BELAJAR NILAI PERDAMAIAN DAN KEBERAGAMAN MELALUI NOBAR FILM SUSI SUSANTI – LOVE ALL

Foto kiri, Co-Founder Beneran Indonesia, Avia Destimianti bersama perwakilan PSBR Taruna Jaya 1, Toivah  (dok. Beneran Indonesia)

Jakarta, 18 Mei 2024 – Sebagai organisasi yang terus berupaya membangun generasi muda Indonesia dengan menciptakan ruang perjumpaan, Beneran Indonesia turut menjangkau anak muda dari kalangan rentan untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran karakter dan kewarganegaraan, salah satunya adalah anak binaan Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Taruna Jaya 1.

Setelah menyelenggarakan pembelajaran karakter dan bahasa Inggris beberapa waktu lalu, kali ini Beneran Indonesia menggelar kegiatan movie-based learning bernama Demokreasi: Nobar Edutainment pada Sabtu, 18 Mei 2024 di Rusunawa Rawa Bebek Jakarta Timur. Kegiatan ini berhasil terselenggara atas dukungan dari Indika Foundation.
Melalui kegiatan nonton bareng ini, sebanyak 63 anak binaan diajak untuk berdiskusi dan merefleksikan nilai-nilai perdamaian, keberagaman dan resiliensi dalam film Susi Susanti – Love All. Co-Founder Beneran Indonesia turut menyampaikan materi mengenai nilai-nilai Beneran Indonesia, yakni 4R1O (Respectful, Responsible, Resilient, Reliable, dan Other-Oriented Creator) yang merupakan turunan dari nilai-nilai Pancasila. 

Perwakilan PSBR Taruna Jaya 1, Toivah menyambut baik program ini. “Mudah-mudahan kegiatan pembelajaran ini terus berlanjut. Tahun kemarin dua kali. Saya berharap tahun ini juga, lebih dari dua kali”, ucapnya.

Para peserta mengikuti kegiatan nonton bareng dan diskusi kelompok (dok. Beneran Indonesia)

Salah satu peserta, Bagas, mengatakan banyak pembelajaran bermanfaat diperolehnya melalui acara ini. “Kesan yang saya dapatkan itu banyak ilmu yang bisa saya pahami dan kembangkan lagi di diri saya. Pesannya untuk Beneran Indonesia, lebih semangat lagi buat membimbing para remaja Indonesia.”

Program Demokreasi: Nobar Edutainment ini merupakan mini project Beneran Indonesia untuk Indika Impact Grant 2024 yang diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran anak binaan untuk memahami pentingnya demokrasi sebagai landasan perdamaian dalam keberagaman serta lebih jauh, mereka dapat berkontribusi mewujudkan Indonesia yang damai.

Tentang Yayasan Bela Negara Nasional Indonesia (Beneran Indonesia)

Beneran Indonesia merupakan yayasan yang bergerak di bidang pendidikan karakter dan kewarganegaraan melalui metode experiential learning. Yayasan ini hadir sebagai bentuk kepedulian atas kondisi masyarakat yang semakin terkotak-kotak, mudah dipengaruhi paham radikalisme, dan kurang memahami bagaimana caranya menjadi bagian dari solusi untuk bangsanya.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Beneran Indonesia, silakan kunjungi kami di https://beneranindonesia.id/

atau ikuti informasi terkini kegiatan kami di https://www.instagram.com/beneran.indonesia/.

Kontak narahubung: Nisa (0813-8543-2211)

Jakarta, 22 Mei 2024

Partnership Coordinator Yayasan Beneran Indonesia

Nisa Amalina

BEKALI PEMILIH PEMULA KOMPETENSI KEPEMILUAN, BENERAN INDONESIA RILIS CIVIC AND VOTERS EDUCATION (CVE) E-LEARNING

Jakarta – Mengawali tahun 2024 ini, Beneran Indonesia, organisasi non profit yang mengajarkan pendidikan karakter dan kewarganegaraan, meluncurkan media pembelajaran digital berbasis Learning Management System (LMS) bernama Pusakawan dengan kelas pertama Civic and Voters Education (CVE) pada 12 Februari 2024

E-Learning ini disusun untuk memberikan kesadaran pentingnya memilih pada pemilu 2024 bagi para pemilih pemula. Target sasaran e-learning ini adalah siswa sekolah menengah atau mahasiswa yang belum pernah mengikuti pencoblosan dan merasa kebingungan mengenai mekanisme dan tata cara memilih. Turut dilengkapi dengan modul pembelajaran yang komprehensif, para penggunanya tak hanya sekadar memperoleh pengetahuan kepemiluan saja, namun juga menumbuhkan kesadaran mereka untuk peduli dan membekali keterampilan yang mereka butuhkan agar dapat berpartisipasi dalam ajang pemilihan umum.

Platform yang memanfaatkan digitalisasi teknologi ini menjadi inovasi di tengah kebutuhan pembelajaran di era modern, terutama di kalangan anak muda yang lekat dengan penggunaan teknologi. Selain fiturnya yang interaktif dan mempermudah aktivitas pembelajaran secara mandiri, menariknya lagi, online learning ini dapat digunakan secara gratis oleh siapa saja.

Tentunya, hadirnya E-Learning ini dapat turut membantu memperluas akses pendidikan kewarganegaraan sehingga dapat dijangkau peserta didik dimana saja serta mendukung pengajaran para pendidik terkait edukasi Pancasila dan demokrasi.   

Platform ini merupakan komplemen dari program voters education yang sudah dijalankan Beneran Indonesia di pesta demokrasi periode sebelumnya, yakni tahun 2019 dan dilanjutkan di ajang pesta demokrasi di tahun ini, melalui kampanye #AkuPilihPeduli. 

Edukasi kepemiluan bagi anak muda masih penting untuk dijalankan, terlebih lagi melihat besarnya proporsi daftar pemilih tetap (DPT) dari kalangan generasi muda saat ini yang mencapai 56,45%, yang meliputi 33,6% generasi millenial dan 22,85% gen Z (KPU). Angka tersebut tidak hanya penting secara kuantitas semata, namun perlu disertai dengan peningkatan kualitas partisipasinya. Pembangunan demokrasi yang diwujudkan juga melalui penyelenggaraan pemilu, membutuhkan keterlibatan warga negara yang diperlengkapi dengan kompetensi yang mumpuni, salah satunya terkait demokrasi dan kepemiluan.

CVE E-learning ini menjadi langkah nyata Beneran Indonesia dalam upaya membangun generasi muda menjadi warga negara yang cerdas, bertanggung jawab, serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di samping itu, muatan nilai-nilai Pancasila yang juga disebarluaskan dalam pembelajaran di CVE E-learning ini, menjadi asupan edukatif bagi siswa yang memantik nalar kritis dan sikap toleransinya sehingga mendorongnya agar menjadi individu yang tidak mudah terhasut dan berperan aktif merawat persatuan di tengah keberagaman.  

Pelatihan CVE ini dapat diakses di https://pusakawan.id/ dengan panduan penggunaan berikut https://bit.ly/VideoAksesLMS.  

Tentang Yayasan Bela Negara Nasional Indonesia (Beneran Indonesia)Beneran Indonesia merupakan yayasan yang bergerak di bidang pendidikan karakter dan kewarganegaraan melalui metode experiential learning. Yayasan ini hadir sebagai bentuk kepedulian atas kondisi masyarakat yang semakin terkotak-kotak, mudah dipengaruhi paham radikalisme, dan kurang memahami bagaimana caranya menjadi bagian dari solusi untuk bangsanya.

Jakarta, Februari 2024

Partnership Coordinator Yayasan Beneran Indonesia

Nisa Amalina 

(0838-2299-5157)

Pindah Memilih Masih Privilese untuk Sebagian Warga Negara Indonesia

“Somewhere inside of all of us is the power to change the world.” (Roald Dahl)

Kutipan Roald Dahl dari buku Matilda (1988), seorang anak yatim piatu yang berani melawan Kepala Sekolah Miss Trunchbull yang merundungnya, mengingatkan kita sebagai warga negara Indonesia bahwa setiap orang memiliki suara yang penting dan diperhitungkan. Meskipun golput pernah menjadi gerakan melawan Orde Baru pada 1971, kini diharapkan seluruh warga negara Indonesia termasuk pemilih pemula untuk ikut serta dalam Pemilu yang gelarannya 5 tahun sekali.

Source: AI Image Generator Edit by Media Creative Beneran Indonesia

Sayangnya, meskipun setelah tenggat pengurusan pemindahan memilih berakhir 30 hari sebelum Pemilu 2024, 14 Februari 2024, yaitu 15 Januari 2024, masih banyak warga negara Indonesia dengan hak memilih yang belum mengurus karena berbagai macam kendala seperti:

  1. Tidak semua orang dengan hak pilih mendapatkan ijin dari tempat kerjanya untuk mengurus pemindahan hak pilihnya di PPS (Panitia Pemungutan Suara), PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan), atau KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupatan/Kota terdekat. Ijin setengah hari atau satu hari untuk pengurusan hak pindah memilih bisa terhitung potong cuti atau bahkan potong gaji. Ini membuktikan bahwa kesempatan untuk pindah memilih hanya privilese untuk sebagian orang yang bisa mendapatkan ijin di tempat kerjanya.
  2. Pekerja lepas atau freelancer juga pihak yang menghadapi kendala untuk memindahkan hak pilih karena tidak memiliki surat tugas kerja.
  3. Orang-orang yang sedang bepergian atau banyak berpindah dan menghadapi kendala untuk mengurus surat domisili juga bukan termasuk pihak dengan privilese untuk memindahkan hak pilih mereka.

Penulis secara pribadi sudah dua kali pemilu dan berusaha mengurus pemindahan hak memilihnya yaitu tahun ini Pemilu 2024 dan Pemilu 2019 yang lalu. Dari 2 pengalaman ini, sebenarnya Indonesia bisa terus berupaya memperbaiki dan mempermudah sistem kepemiluannya terutama untuk memudahkan warga negaranya yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Hal ini juga bisa berkontribusi pada pengurangan angka golput yang merasa dipersulit untuk menggunakan hak pilihnya. Meskipun angka golput dari satu pemilu ke pemilu lainnya terus menurun. Pasca reformasi angka golput sempat terus naik dari 2004 ke 2009 dan 2014, yang kemudian turun cukup signifikan pada 2019. CNN mencatat:

  • Pilpres 2004: Jumlah golput 20,24 persen
  • Pilpres 2009: Jumlah golput 25,19 persen
  • Pilpres 2014: Jumlah golput 30,22 persen
  • Pilpres 2019: Jumlah golput 18,03 persen

Amerika Serikat yang merupakan negara demokrasi tertua di dunia yang telah merdeka 248 tahun lalu pada 4 Juli 1776 bisa dijadikan pembelajaran untuk memperhatikan dan mengurus warga negaranya yang sangat dinamis dan aktif untuk pindah dari satu tempat ke tempat lain baik untuk alasan bekerja, belajar, dan lain-lain. KPU (Komisi Pemilihan Umum) pada Juli 2023 mencatat 52 persen pemilih 2024 merupakan pemilih muda dengan komposisi:

  • Usia 17–30 tahun mencapai 31,23 persen atau sekitar 63,9 juta orang.
  • Usia 31–40 tahun mencapai 20,7 persen atau sekitar 42,4 juta orang.

Pada 2009 saja dilaporkan 45 persen populasinya sekitar 90 juta warga negara dengan hak pilih selalu berpindah-pindah setiap 5 tahun sekali dan sekitar 29 juta orang berpindah setiap tahunnya. Sama seperti di Indonesia, ketika warga Amerika terdaftar menjadi pemilih, tempat pemilihan mereka didata berdasarkan alamat tinggal mereka. Karena adanya perbedaanya hukum negara dan hukum federal, banyak warga negara dengan hak pilih yang bingung untuk memindahkan hak pilihnya. Namun setiap state atau negara bagian dengan total 50 negara bagian sudah menentukan dengan jadwal yang jelas. Misalnya, di New York dan Ohio harus tinggal di area tempat mereka akan menggunakan hak pilihnya paling tidak 30 hari. Sedangan di Maine diijinkan untuk baru berada di area tempat memilih pada hari Pemilu.

Terakhir, pada saat Penulis memindahkan hak pilihnya dari Kalimantan Timur ke DKI Jakarta dimana Penulis bekerja, maka hak pilih yang bisa digunakan hanya untuk memilih calon Presiden dan Wakil Presiden. Aturan ini sama dengan pindah memilih ke suatu negara. Berikut catatan NU Online untuk pemindahan Tempat Pemungutan Suara (TPS) beserta penggunaan hak suaranya untuk memilih apa saja:

  • Calon anggota DPR jika pindah memilih ke kabupaten/kota lain di dalam 1 (satu) provinsi dan daerah pemilihan DPR. 
  • Calon anggota DPD jika pindah memilih ke kabupaten/kota lain di dalam 1 (satu) provinsi. 
  • Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden jika pindah memilih ke provinsi lain atau pindah memilih ke suatu negara. 
  • Calon anggota DPRD Provinsi jika pindah memilih ke kecamatan atau kabupaten/kota lain di dalam 1 (satu) provinsi dan daerah pemilihan DPRD Provinsi; dan/atau 
  • Calon anggota DPRD Kabupaten/Kota jika pindah memilih ke desa/kelurahan atau kecamatan lain di dalam 1 (satu) kabupaten/kota dan daerah pemilihan DPRD Kabupaten/Kota.

Penulis: Isti Toq’ah, Beneran Indonesia

Referensi:

BENERAN VOLUNTEER, BEKALI PEMILIH PEMULA KOTA BANDUNG PENGETAHUAN KEPEMILUAN DAN LITERASI DIGITAL ANTI HOAKS

Bandung, 16 Desember 2023 – Anak muda punya daya dan mampu menggerakkan perubahan di komunitasnya, bahkan menjaga keberlangsungan sistem demokrasi suatu bangsa. Karenanya, menjadi hal yang penting untuk dapat menanamkan kesadaran dan rasa peduli mereka, khususnya dalam menjalankan peran pentingnya sebagai warga negara. Menyadari hal tersebut, menutup akhir tahun 2023 ini, Beneran Indonesia menyelenggarakan kegiatan Beneran Volunteer.  

Bertajuk voters education, acara ini sukses digelar hari Sabtu, 16 Desember 2023 lalu di Museum Sri Baduga kota Bandung. Diikuti 164 orang pelajar sekolah menengah dan mahasiswa dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di kota Bandung, kegiatan ini bertujuan untuk membekali para pemilih pemula dan pemilih muda agar siap berpartisipasi dalam kancah pemilu mendatang.

Hal ini juga diungkapkan Co-founder Beneran Indonesia, Avia Destimianti, “Di negara demokrasi, memilih adalah keniscayaan. Dan memilih itu butuh informasi serta keterampilan. Semua pilihan ada konsekuensinya.”

Turut didukung oleh Bijak Memilih, Beneran Indonesia juga menggandeng narasumber yang kompeten di bidangnya, diantaranya Ibu Nuryamah, SE.I., M.H., selaku Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat serta Ibu Dr. Rita Gani, M.Si., yang merupakan Koordinator Community Outreach Tular Nalar.

Dalam sesi talkshow, Ibu Nuryamah menjelaskan berbagai tugas Bawaslu seputar pencegahan, pengawasan, dan penindakan pelanggaran pemilu. Sementara itu, membahas potensi penyebaran hoaks seputar isu politik menjelang pemilu, Ibu Rita mengatakan anak muda perlu memiliki pemahaman terkait literasi digital karena mereka punya peran dalam memutus mata rantainya. “Tujuannya supaya kita benar mengenali pesan yang kita terima dengan baik. Sehingga jika pesannya salah, bisa berhenti di kita”, ujarnya. 

Tentang Beneran Volunteer

Beneran Volunteer adalah kegiatan bermuatan pendidikan karakter dan kewarganegaraan yang berbasis service learning dan diselenggarakan oleh Beneran Indonesia bersama dengan instansi mitra. Sebelumnya Beneran Indonesia melaksanakan kegiatan kerelawanan ini dan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia Kota Jakarta Selatan, Yayasan Peta Bencana, dan KPU DKI Jakarta.

Tentang Yayasan Bela Negara Nasional Indonesia (Beneran Indonesia)

Didirikan pada tahun 2017, Beneran Indonesia merupakan yayasan yang bergerak di bidang pendidikan karakter dan kewarganegaraan melalui metode experiential learning. Yayasan ini hadir sebagai bentuk kepedulian atas kondisi masyarakat yang semakin terkotak-kotak, mudah dipengaruhi paham radikalisme, dan kurang memahami bagaimana caranya menjadi bagian dari solusi untuk bangsanya.

Jakarta, Desember 2023

Partnership Coordinator Yayasan Beneran Indonesia

Nisa Amalina

Anggota KPU RI, August Mellaz Hadiri Penutupan Acara Creating For Impact Yayasan Beneran Indonesia

Sabtu, 3 Juni 2023 lalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu bagi para peserta acara Creating For Impact (CFI): Voters Education. Pasalnya di sesi penutupan yang sekaligus graduation tersebut, Beneran Indonesia mengumumkan video terbaik karya para peserta. Yang tidak kalah istimewa, di pertemuan terakhir yang bertempat di Perpustakaan Nasional RI ini, Beneran Indonesia mengundang anggota KPU RI, August Mellaz sebagai narasumber acara. 

August Mellaz menyatakan proses yang telah dilalui para peserta dalam mengikuti kegiatan CFI ini merupakan bagian dari kontribusi yang dapat dilakukan generasi muda. Mengingat proporsi pemilih usia muda dalam perhelatan pemilu tahun depan mencapai lebih dari separuh jumlah total pemilih, August Mellaz menyebut pentingnya partisipasi dari kalangan ini. Para peserta juga diajak untuk memeriksa apakah namanya sudah terdaftar sebagai pemilih tetap.

Meskipun mengusung tema utama yang sama, yakni edukasi kepemiluan, para peserta menampilkan perspektif yang berbeda mengenai isu ini. Karya terbaik pertama diraih oleh Adventhius Immanuel Karo-Karo yang mengemukakan alasan pentingnya partisipasi generasi muda dalam pemilu melalui videonya. 

Karya terbaik kedua jatuh kepada Radysti Devania dan Kinanti Putri yang mengajak masyarakat untuk cermat terhadap informasi yang diperoleh, termasuk konten seputar pemilu dan memanfaatkan penggunaan situs pengecekan hoaks. Sedangkan karya terbaik ketiga diperoleh Fadhillah Amalia yang dalam videonya menerangkan durasi kampanye pemilu 2024 yang lebih singkat sehingga berpengaruh pada anggaran logistik menjadi lebih efisien.

Di samping menjadi tempat belajar, acara CFI juga mendorong para peserta untuk mengembangkan diri menggunakan cara yang relevan bagi mereka, yakni menciptakan karya kreatif berupa video edukasi dengan tema kepemiluan. Karya ini kemudian dipublikasikan di platform media sosial masing-masing sehingga memberikan dampak yang lebih luas di masyarakat. 

Beneran Indonesia memandang kontribusi generasi muda untuk Indonesia bisa berawal dari mimpi yang mereka miliki. Oleh sebab itu, di acara ini, para peserta juga diajak untuk menuliskan apa impiannya untuk negeri ini di kartu my Indonesian dream

Acara Creating For Impact menjadi pembuka dari rangkaian kegiatan dengan tema Voters Education yang tengah dijalankan Beneran Indonesia di tahun ini. Program Voters Education merupakan bentuk dukungan Beneran Indonesia dalam mengupayakan pendidikan pemilu bagi pemilih pemula dan pemilih muda. Kegiatan selanjutnya yang akan dilaksanakan Beneran Indonesia adalah Meet Up Sabi dengan tema public speaking pada 17 Juni 2023 mendatang.

Tentang Yayasan Bela Negara Nasional Indonesia (Beneran Indonesia)

Beneran Indonesia merupakan yayasan yang bergerak di bidang pendidikan karakter dan kewarganegaraan melalui metode experiential learning. Yayasan ini hadir sebagai bentuk kepedulian atas kondisi masyarakat yang semakin terkotak-kotak, mudah dipengaruhi paham radikalisme, dan kurang memahami bagaimana caranya menjadi bagian dari solusi untuk bangsanya.

Jakarta, 9 Juni 2023
Partnership Coordinator Yayasan Beneran Indonesia

Nisa Amalina

Bawaslu DKI Jakarta dan Generasi Melek Politik Meriahkan Pembukaan “Creating For Impact: Voters Education” Yayasan Beneran Indonesia

Jakarta, 6 Mei 2023 – Pembukaan acara Creating For Impact: Voters Education yang digagas Yayasan Bela Negara Nasional Indonesia (Beneran Indonesia), telah terlaksana secara meriah pada Sabtu, 6 Mei 2023 lalu di Perpustakaan Nasional RI. Tak hanya dihadiri oleh pelajar tingkat SMA/sederajat dan mahasiswa dari berbagai sekolah dan universitas di Jakarta dan sekitarnya, kegiatan ini juga diikuti oleh peserta dari daerah lainnya secara daring melalui aplikasi Zoom. Total sebanyak 130 orang mengikuti jalannya acara ini.

Acara dibuka dengan menayangkan video sambutan dari anggota KPU RI, August Mellaz, yang mengapresiasi kegiatan Creating For Impact yang diselenggarakan oleh Beneran Indonesia ini. Hadir sebagai moderator acara, Avia Destimianti, yang juga merupakan co-founder dari Beneran Indonesia, memandu jalannya sesi talkshow. 

Pada pembukaan Creating For Impact: Voters Education ini,  Beneran Indonesia mengundang narasumber yang berkompeten di bidangnya, antara lain Mahyudin, S.H. M.H., selaku anggota Bawaslu DKI Jakarta yang menjabat sebagai Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu, serta Neildeva Despendya, selaku Direktur Eksekutif Generasi Melek Politik.

Di sesi pembukaan Creating For Impact ini, para narasumber berbagi cerita mengenai pengalaman pertama mereka dalam mengikuti pemilihan umum dan menyampaikan pentingnya suara para pemilih, khususnya para peserta sebagai generasi muda, dalam menentukan nasib bangsa dan negara Indonesia di masa depan. Para peserta juga diajak untuk melakukan polling mengenai keikutsertaan mereka dalam pemilu 2024 mendatang.

Creating For Impact pertemuan kedua dilaksanakan pada Sabtu, 13 Mei 2023 pukul 10.00 WIB secara daring melalui aplikasi Zoom yang akan diisi oleh narasumber dari Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) dan Posnu (Poros Sahabat Nusantara). Rangkaian kegiatan Creating For Impact: Voters Education ini berlangsung secara hybrid sampai tanggal 3 Juni 2023 mendatang.

Tentang Yayasan Bela Negara Nasional Indonesia (Beneran Indonesia)

Beneran Indonesia merupakan yayasan yang bergerak di bidang pendidikan karakter dan kewarganegaraan melalui metode experiential learning. Yayasan ini hadir sebagai bentuk kepedulian atas kondisi masyarakat yang semakin terkotak-kotak, mudah dipengaruhi paham radikalisme, dan kurang memahami bagaimana caranya menjadi bagian dari solusi untuk bangsanya.

Jakarta, 13 Mei 2023

Partnership Coordinator Yayasan Beneran Indonesia

Nisa Amalina

Sambut Pemilu 2024, Beneran Indonesia Ajak Pemilih Pemula Belajar Kepemiluan Melalui “Creating For Impact: Voters Education”

Jakarta, 4 Mei 2023

Menyambut pesta demokrasi pada tahun 2024 mendatang, Yayasan Bela Negara Nasional Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Beneran Indonesia, akan mengadakan kegiatan edukasi bagi pemilih pemula melalui kegiatan Creating For Impact bertajuk “Pemilih Pemula Peduli Pemilu”. Program ini merupakan rangkaian acara yang terdiri atas enam kali pertemuan dengan agenda talkshow, kelas online interaktif, dan kompetisi pembuatan video. Acara ini akan dihadiri oleh sejumlah narasumber dari berbagai lembaga dan organisasi, di antaranya Siberkreasi Kominfo, Bawaslu DKI Jakarta, KPU RI, Poros Sahabat Nusantara, MAFINDO, dan Generasi Melek Politik.

Acara ini diselenggarakan secara hybrid. Peserta yang merupakan siswa SMA/sederajat maupun mahasiswa/i dapat menghadiri pembukaan dan penutupan acara yang akan digelar secara offline di gedung Perpustakaan Nasional RI. Sementara itu, peserta yang berasal dari luar Jakarta, dapat turut mengikuti pembukaan dan penutupan acara melalui aplikasi Zoom.

Creating For Impact merupakan program dari Beneran Indonesia yang berupa rangkaian pembelajaran mengenai isu sosial yang dapat menjadi tempat belajar, mengembangkan diri, dan menciptakan karya yang berdampak positif bagi komunitas dan lingkungan. Tahun lalu, kegiatan Creating For Impact telah dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Rangkaian kegiatan Creating For Impact mendatang akan dilaksanakan pada:

Hari, Tanggal : 6 Mei dan 3 Juni 2023 (offline di Perpustakaan Nasional) dan 13, 17, 20, 27 Mei 2023 (online)

Waktu : Pukul 09.00 – 12.00 WIB

Tempat (offline: Perpustakaan Nasional RI, Jalan Medan Merdeka Selatan no. 11, Gambir, Jakarta Pusat 10110

Peserta      : 100 pelajar SMA/sederajat dan mahasiswa (offline

Peserta akan diajak untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritisnya, khususnya dalam menerima, mengolah, serta menganalisis isu seputar kepemiluan. Tidak hanya itu, mereka juga akan diberikan pembekalan mengenai pembuatan konten video, mulai dari tahap riset, perencanaan, pembuatan, hingga publikasi konten. Peserta dengan karya video terbaik akan diberikan hadiah.  

Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda dapat berpartisipasi menggunakan hak suaranya secara aktif, penuh pertimbangan, dan bijaksana di perhelatan pemilu 2024 mendatang. Selain itu, mereka juga dapat turut berkontribusi memberikan edukasi kepada komunitas dan lingkungan sekelilingnya melalui karya yang dipublikasikan di media sosialnya. 

___

Beneran Indonesia merupakan yayasan yang bergerak di bidang pendidikan karakter dan kewarganegaraan melalui metode experiential learning. Yayasan ini hadir sebagai bentuk kepedulian atas kondisi masyarakat yang semakin terkotak-kotak, mudah dipengaruhi paham radikalisme, dan kurang memahami bagaimana caranya menjadi bagian dari solusi untuk bangsanya.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Nisa Amalina

Partnership Coordinator Yayasan Beneran Indonesia
Jl. Cimanuk No. 49A RT 09 RW 01 Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir
Jakarta Pusat 10150

Donasi Cianjur PMI

Tahun 2023 diawali Beneran Indonesia dengan menggalang donasi perlengkapan mandi, buku dan alat tulis kepada korban musibah gempa Cianjur. Sebanyak 60 paket perlengkapan mandi dan 30 paket buku dan ATK dikirimkan Beneran Indonesia melalui PMI Jakarta Selatan. Diharapkan bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan memberikan mereka inspirasi agar tidak menyerah dalam mengejar cita-cita.

Ajak Generasi Muda Gotong Royong Tanggap terhadap Bencana, Beneran Indonesia Gandeng Peta Bencana Gelar Service Learning

Jakarta, 21 Maret 2023 – Menghadapi potensi kekeringan dan kebakaran hutan yang diprediksi BNPB dapat terjadi di tahun ini, Yayasan Bela Negara Nasional Indonesia (Beneran Indonesia) berkolaborasi dengan Yayasan Peta Bencana menyelenggarakan edukasi mitigasi bencana melalui program Service Learning bertajuk “Generasi Muda Tanggap Bencana”.

Acara yang turut didukung pula oleh USAID dan BNPB ini dilaksanakan di Museum Kehutanan Ir. Djamaludin Suryohadikusumo pada Selasa, 21 Maret 2023 lalu. Sebanyak 108 peserta dari beragam latar belakang sekolah dan universitas, mengikuti rangkaian acara Service Learning.

Turut hadir koordinator Museum dan Perpustakaan Kehutanan, Bapak Eri Prasodjo Oktariawan, S.H. yang memberikan sambutan pembuka. Acara diawali dengan sesi pengenalan museum yang berlokasi di kawasan kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini melalui tur museum dan menyaksikan berbagai video edukatif suguhan Museum Kehutanan. Tak ketinggalan, ada juga sesi Beneran Race di mana peserta diajak berpetualang menjelajahi museum sekaligus menjawab kuis per kelompok sembari bermain di aplikasi Pusakawan. 

Acara ini juga dilengkapi dengan sesi Creating For Impact, yang memfasilitasi peserta untuk berkolaborasi dan berkontribusi memberikan dampak bagi masyarakat melalui karya kelompok berupa video singkat yang mengangkat isu kekeringan. Di video ini, para peserta juga menjelaskan cara pelaporan bencana melalui BencanaBot di aplikasi Whatsapp yang baru diluncurkan Peta Bencana beberapa waktu lalu. 

Kegiatan ini menjadi upaya Beneran Indonesia untuk menyediakan pembelajaran pendidikan karakter dan kewarganegaraan melalui metode experiential learning yang relevan bagi generasi muda Indonesia. Service Learning Generasi Muda Tanggap Bencana ini menjadi pengantar menuju kegiatan Beneran Indonesia selanjutnya, yakni Creating For Impact pada tanggal 6 Mei sampai 3 Juni 2023 mendatang.  

Tentang Beneran Indonesia

Beneran Indonesia merupakan organisasi nirlaba yang memberdayakan pemuda untuk menciptakan dampak melalui pendidikan karakter dan kewarganegaraan. Yayasan ini hadir sebagai bentuk kepedulian atas kondisi masyarakat yang semakin terkotak-kotak, mudah dipengaruhi paham radikalisme, dan kurang memahami bagaimana caranya menjadi bagian dari solusi untuk bangsanya.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Nisa Amalina

Partnership Coordinator Yayasan Beneran Indonesia

Jl. Cimanuk No. 49A RT 09 RW 01 Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir

Jakarta Pusat 10150